Blogroll

Rabu, 16 Oktober 2013

STANDAR PELAYANAN KEBIDANAN

Standar Pelayanan Kebidanan
Standar Kegawatdaruratan Obstetri dan Neonatal
Standar 17, 18, 19, dan 20

Oleh Kelompok 5 :
Anasthasia Sylvi, Anggraeni Faot, Andrya Novelita, Dewi Arlia Dizcky, Erwinda Prasetyo, Maria Caecilia, Oktaviana Elok, Priscilla Secilina, Theodora Suryani, Yeni Ernawati

 AKBID GRIYA HUSADA SURABAYA
2013


BAB 1
PENDAHULUAN  
1.1    Latar Belakang
Standar layanan kebidanan merupakan suatu alat organisasi untuk menjabarkan mutu layanan Kebidanan ke dalam terminologi operasional sehingga semua orang yang terlibat dalam layanan kebidanan akan terikat dalam suatu sistem, baik pasien, penyedia layanan kebidanan, penunjang layanan kebidanan , ataupun manajemen organisasi layanan kebidanan, dan akan bertanggung gugat dalam menjalankan tugas dan perannya masing-masing.

1.2    Rumusan Masalah
1)      Apa yang dimaksud dengan Standar?
2)      Apa saja syarat Standar?
3)      Apa saja Standar Pelayanan Kebidanan point E. Standar Penanganan Kegawatdaruratan Obstetri Neonatal pada standar 17, 18, 19, 20

1.3    Tujuan
1)      Mengetahui pengertian Stadar
2)      Mengetahui syarat Standar
3)      Mengetahui standar penanganan kegawatdaruratan obstetri neonatal pada standar 17, 18, 19, dan 20
  
BAB 2
PEMBAHASAN  
2.1    Pengertian Standar
1.    Standar adalah Keadaan ideal atau tingkat pencapaian tertinggi dan sempurna yang dipergunakan sebagai batas penerimaan minimal (Clinical Practice Guideline,1990).
2.    Standar adalah kisaran variasi yang masih dapat diterima (Clinical Practice Guideline,1990).
3.    Standar adalah rumusan tentang penampilan atau nilai yang diinginkan yang harus dicapai,berkaitan deengan parameter yang telah ditetapkan (Donabedian,1980).
4.    Standar adalah spesifikasi dari fungsi dan tujuan yang harus dipenuhi oleh suatu sarana agar pemakai jasa pelayanan dapat memperoleh keuntungan yang maksimal dari pelayanan yang diselenggarakan (Rowland dan Rowland,1983).
5. Standar adalah tujuan produksi yang numerik,lazimnya ditetapkan secara sendiri namun bersifat meningkat,yang dipakai sebagai pedoman untuk memisahkan yang tidak dapat diterima atau buruk dengan yang dapat diterima atau baik (Brent James,1986).

2.2    Syarat Standar
Suatu standar yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan khusus.Persyaratan yang dimaksud adalah sebagai berikut.
1.    Bersifat jelas
Artinya,dapat diukur dengan baik,termasuk ukuran terhadap penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.
2.    Masuk akal
Suatu standar yang tidak masuk akal,tidak hanya sulit dimanfaatkan tetapi juga akan menimbulkan frustasi para pelaksana.
3.    Mudah dimengerti
Suatu standar yang tidk mudah dimengerti juga akan menyulitkan tenaga pelaksana sehingga sulit terpenuhi.
4.    Dapat dicapai
Tidak ada gunanya menentukan standar yang sulit karena tidak akan mampu dicapai.Oleh karena itu, dalam menentukan standar,salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah harus sesuai dengan situasi dan kondisi organisasi yang dimiliki.
5.    Absah
Artinya ada hubungan yang kuat dan dapat didemonstrasikan antara standar dengan sesuatu (misal,mutu pelayanan) yang diwakilinya.
6.    Meyakinkan
Artinya mewakili persyaratan yang ditetapkan.Apabila terlalu rendah menyebabkan persyaratan menjadi tidak berarti.Tetapi apabila terlalu tinggi akan sulit dicapai.
7.    Mantap,spesifik,serta eksplisit.
Artinya tidak dipengaruhi oleh perubahan waktu,bersifat khas dan gamblang.
                                                            (DR.Dr.Azrul Azwar,M.P.H,1994:32-33)

2.3    Standar Pelayanan Kebidanan
Standar  Pelayanan Kebidanan digunakan untuk menentukan kompetensi yang diperlukan bidan dalam menjalankan praktik sehari-hari. Standart pelayanan kebidanan juga dapat digunakan untuk :
1.    Menilai mutu pelayanan
2.    Menyusun rencana diklat bidan
3.    Pengembangan kurikulum pendidikan bidan

Ruang lingkup standar pelayanan kebidanan meliputi 24 standar :
A.  Standar Pelayanan Umum (2 standar)
B.  Standar Pelayanan Antenatal (6 standar)
C.  Standar Pertolongan Persalinan (4 standar)
D.  Standar Pelayanan Nifas (3 standar)
E.   Standar Penanganan Kegawatdaruratan Obstetri Neonatal (9 standar)

Standar yang kami bahas adalah standar 17, 18, 19, dan 20
Standar 17 : Penanganan Kegawatan pada Eklamsia
Tujuan :
Mengenali secara dini tanda-tanda dan gejala preeklamsi berat dan memberiakn perawatan yang tepat dan segera dalam penanganan kegawatdaruratan bila ekslampsia terjadi
Pernyataan standar :
Bidan mengenali secara tepat tanda dan gejala eklampsia mengancam, serta merujuk dan atau memberikan pertolongan pertama.

Standar 18 : Penanganan Kegawatan pada Partus Lama / Macet
Tujuan :
Mengetahui dengan segera dan penanganan yang tepat keadaan kegawatdaruratan pada partus lama/macet.
Pernyataan standar :
Bidan mengenali secara tepat tanda dan gejala partus lama serta melakukan penanganan yang memadai dan tepat waktu atau merujuknya.

Standar 19 : Persalinan dengan Penggunaan Vakum Ekstraktor
Tujuan :
Untuk mempercepat persalinan pada keadaan tertentu dengan menggunakan vakum ekstraktor.
Pernyataan standar :
Bidan mengenali kapan di perlukan ekstraksi vakum, melakukannya secara benar dalam memberikan pertolongan persalinan dengan memastikan keamanannya bagi ibu dan janin / bayinya.

Standar 20 : Penanganan Retensio Plasenta
Tujuan :
Mengenali dan melakukan tindakan yang tepat ketika terjadi retensio plasenta total / parsial.
Pernyataan standar :
Bidan mampu mengenali retensio plasenta, dan memberikan pertolongan pertama termasuk plasenta manual dan penanganan perdarahan, sesuai dengan kebutuhan.
  
BAB 3
PENUTUP  
3.1    Simpulan
Standar Pelayanan Kebidanan Dasar adalah norma dan tingkat kinerja yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Standar Pelayanan Kebidananan terdiri dari 24 Standar. Standar 17 : Penanganan Kegawatan pada Eklamsia, Standar 18 : Penanganan Kegawatan pada Partus Lama / Macet, Standar 19 : Persalinan dengan Penggunaan Vakum Ekstrator, Standar 20 : Penanganan Retensio Plasenta.
Standar  pelayanan kebidanan digunakan untuk menentukan kompetensi yang diperlukan bidan dalam menjalankan praktik sehari-hari. Standar pelayanan kebidanan juga dapat digunakan untuk:
1.    Menilai mutu pelayanan
2.    Menyususn rencana diklat bidan
3.    Pengembangan kurikulum pendidikan bidan
  
DAFTAR PUSTAKA

Al- Assaf. 2009. Mutu  Pelayanan Kesehatan. Jakarta : EGC 
Sondakh, Jenny. 2013, Mutu Pelayanan Kesehatan dan Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika

Kamis, 02 Februari 2012

Perpisahan

Setelah perpisahan
Ku masih tak mengerti
Mengapa kini ku menjadi bayangmu

Inginnya ku kembali
Inginnya ku ulangi
Semua cerita indah kira dulu

Mungkinkan masih akan ada
Cerita antara kita
Dan kau pun mengerti maknanya
Ataukah tiada ku bisa
Menepis bayang-bayang mu
Ketika kau pergi jauh

Bertabur sepi. . .
Sepi ketika kau pun pergi
Tinggalkan aku sendiri mengingat mu
Dalam malam-malam sunyi

Hiaskan mimpi. . .
Mimpi mungkinkah kau kan kembali
Dan kau utarakan semua
Tentang perihnya Perpisanan kita

Andainya kau sadari
Andainya kau pahami
Semua derita yang ku alami

Tak dapat ku berkata
Tak dapat ku memanggil namamu
Karna kini kau tlah jauh

Mungkihkah masih akan ada
Cinta antara kita
Antara kau dan aku

Cinta Lewat Hujan dan Ilalang

Kutitipkan cinta lewat derasnya hujan dan pucuk-pucuk ilalang
Apa dia tau disini saya menjerit sekeras mungkin?
Memanggil namanya tapi dia tak mendengar atau mungkin
Takkan pernah bisa mendengar suara saya
Tak mengenali suara saya atau lupa pada diri saya

Saya merindukan senyumannya
Sorot matanya dan tutur manis dari kata-katanya

Dia, dia tetap melekat meski jaman sudah berganti
Dia, dia tetap ada di dalam pikiran meski aku sudah hilang ingatan
Dia, dia bukan segalanya tapi dia adalah saya pada jiwa saya

Terkadang cinta tidak harus dimiliki, tapi cinta cukup diyakini
dan dijadikan serpihan serpihan memori dalam sejarah

Cinta pada dia lebihdari sekedar cinta pada umumnya
Cinta suci yang murni sulit terjamah dan dijelaskan lewat kata

Seandainya saya seorang penyair akan saya tuliskan lewat puisi dan roman
Seandainya saya seorang pemusik akan saya tuangkan dalam getaran-getaran nada
Seandainya saya seorang pelukis akan saya gambarkan ia di atas putinya kanvas

Tapi. . . Saya hanyalah saya
Maka akan saya kenang saja dalam ingatan
Saya kubur dalam hati paling dalam
Di dalam kotak hasrat dan kenangan